Parts Therapy yakni teknik intervensi dalam Hipnoterapi untuk inner conflict resolution
Perilaku yang sangat sulit diubah pada umumnya berakar kepada suatu “keuntungan tersembunyi” yang terdapat pada sikap dimaksud, disebut juga sebagai “Secondary Gain”.
Perilaku yang sangat sulit diubah pada umumnya berakar kepada suatu “keuntungan tersembunyi” yang terdapat pada sikap dimaksud, disebut juga sebagai “Secondary Gain”.
Secara sederhana, dalam diri klien terdapat beberapa penggalan pribadi (bagian diri) yang saling bertentangan, dimana satu pihak berusaha untuk menuju perubahan yang diinginkan, sedangkan di sisi lain terdapat pihak yang berusaha mempertahankan sikap dimaksud sebab adanya “Secondary Gain”.
Walaupun bahwasanya masing-masing dari penggalan mempunyai tujuan baik yaitu sama-sama menginginkan kebaikan pada diri orang tersebut atau tidak ingin suatu hal yang jelek terjadi pada diri orang tersebut. Akan tetapi permasalahan timbul saat apa yang dilakukan penggalan diri yang terdapat dipikiran bawah sadar bertentangan dengan apa yang diharapkan pikiran sadar atau tidak sesuai dengn yang pikiran sadar inginkan (hal positif).
Sebagai contoh, seorang klien, pecandu narkoba, mendatangi suatu pusat terapi, untuk mendapat penyembuhan. Artinya secara sadar yang bersangkutan berkeinginan untuk sembuh, tetapi selama ini sangat sulit sehingga membuatnya masih terjebak di bulat hitam kecanduan narkoba. Berdasarkan teori Parts Therapy, sanggup dilakukan analisa sebagai berikut :
Satu sisi pribadi dari klien ini berkeinginan untuk sembuh dari kecanduan narkoba, dengan suatu alasan yang sangat jelas, bahkan sesuai dengan impian di kesadaran normalnya.
Satu sisi pribadi lainnya dari klien ini, justru berupaya mempertahankan kebiasaan mengkonsumsi narkoba ini. Kenapa ? Karena terdapat suatu alasan yang juga sangat besar lengan berkuasa dan intinya mempunyai “maksud yang baik”.
Kedua sisi pribadi yang saling bertolak belakang ini, masing-masing mempunyai kekuatan yang sama, sehingga klien mengalami kesulitan untuk menghentikan kebiasaannya mengkonsumsi narkoba.
Dalam teknik Parts Therapy, seorang Hipnoterapis harus sanggup melaksanakan mediasi (pendamaian) antar kedua sisi pribadi yang saling bertentangan ini, semoga berdamai, dan balasannya selaras untuk menuju ke arah yang seharusnya, yaitu arah perubahan positif.
Teknik Parts Therapy dipopulerkan oleh seorang Hipnoterapis dari USA, yaitu Charles Tebbetts.
Secara teknis, berikut ini langkah-langkah dalam Parts Therapy :
- Induksi, Deepening, upayakan klien mencapai kedalaman setidaknya di medium trance.
- Hipnoterapis melaksanakan identifikasi dan pemisahan kepribadian klien sehingga menjadi 2 penggalan yang saling bertolak-belakang.
- Setelah dilakukan pemisahan kepribadian secara tegas (benar-benar terpolarisasi), maka kepada masing-masing pribadi dilakukan penggalian lebih mendalam, dengan maksud untuk mengetahui alasan atau latar belakang dari masing-masing sisi kepribadian ini dalam membentuk motivasi dan sikap dari klien. Dalam proses penggalian ini, Hipnoterapis berkomunikasi dengan masing-masing kepribadian ini (bukan ke klien, tetapi ke penggalan diri klien), komunikasi dilakukan secara ekspresi (bukan via Ideo Motor Response).
- Setelah penggalian dilakukan dengan seksama, dan telah diperoleh banyak sekali hal yang diperlukan, maka Hipnoterapis harus melaksanakan “leading” untuk memotivasi semoga sisi kepribadian yang “menghambat” sanggup menuju ke sisi pribadi yang ingin “berubah”. Teknik yang dipergunakan harus benar-benar melibatkan tenggang rasa semoga pergerakan motivasi dari kepribadian yang “menghambat” ini berlangsung secara “smooth”.
- Setelah kedua kepribadian ini mulai “bertemu” di titik yang positif, maka Hipnoterapis harus melaksanakan peng-integrasian motivasi antara kedua kepribadian ini. Pada sesi ini biasanya sanggup berlangsung Abreaction (pelepasan emosi) yang lebih bernuansa keharuan.
- Hipnoterapis harus melaksanakan konfirmasi terhadap klien untuk meyakinkan bahwa klien telah memasuki kondisi yang sangat positif.
- Setelah Parts Therapy dilakukan sanggup ditambahkan santunan : Anchor, dan juga Direct Suggestion positif.
Source:
Yan Nurindra (President of The Indonesian Board of Hypnotherapy)
