Setiap terapis atau hebat hipnosis harus sanggup menciptakan orang sanggup melewati pintu gerbang pikiran bawah sadar supaya hipnotis sanggup berjalan lancar. Pada dasarnya pintu gerbang pikiran bawah sadar sanggup terbuka sendiri dan tertutup. Ketika pikiran bawah sadar mulai terbuka, maka ajaran yang logis cenderung lebih berkurang. Dan pada ketika inilah yang paling sempurna untuk melaksanakan hipnotis. Pintu gerbang pikiran bawah sadar sanggup terbuka sendiri secara alami, tetapi bahwasanya sanggup dibuka dengan memakai teknik hipnotis atau teknik hipnoterapi. Dan Anda sanggup menguasai tekni hipnotis tersebut dengan selalu berguru ilmu hipnotis.
Berikut ini yaitu situasi terbukanya pintu gerbang pikiran bawah sadar secara alami.
• Saat akan tidur dengan situasi hampir tak tersadarkan diri.
• Saat kita fokus pada sesuatu hal yang menari. Bisa melihat pemandangan, kecantikan wajah seseorang, bahkan ketika fokus membaca sesuatu.
• Saat berkomunikasi dengan seseorang yang kita percayai dan kita hormati. Misalnya seorang tokoh agama, sobat dekat, dan lain – lain.
• Ketika kita berhadapan dengan suatu harapan. Misalnya impian menjadi orang kaya mendadak, impian menjadi lebih cantik, dan lain – lain.
• Ketika tenggang rasa mendengar gosip yang sangat emosional. Misalnya mendengar gosip kejadian kecelakaan atau kesedihan.
• Saat kita rileks atau santai. Misalnya pada ketika fokus menonton televisi.
Pada situasi terbukanya pintu gerbang hipnotis itulah kita dengan gampang masuk dalam keadaan hipnotis dan kita sering tidak menghiraukan keadaan sekitar. Misalnya kalau Anda fokus menonton film di bioskop dengan mengikuti dongeng film tersebut dan menghayatinya, Anda tidak akan sadar kalau dibelakan Anda ada seorang copet mengincar dompet Anda. Anda akan tersadar ketika dompet Anda sudah hilang.
Situasi menyerupai itulah yang dimaksud terbukanya gerbang pintu sadar kemudian Anda terhipnotis dan balasannya kecerobohan Anda dimanfaatkan oleh orang lain.
Berikut ini yaitu situasi terbukanya pintu gerbang pikiran bawah sadar secara alami.
• Saat akan tidur dengan situasi hampir tak tersadarkan diri.
• Saat kita fokus pada sesuatu hal yang menari. Bisa melihat pemandangan, kecantikan wajah seseorang, bahkan ketika fokus membaca sesuatu.
• Saat berkomunikasi dengan seseorang yang kita percayai dan kita hormati. Misalnya seorang tokoh agama, sobat dekat, dan lain – lain.
• Ketika kita berhadapan dengan suatu harapan. Misalnya impian menjadi orang kaya mendadak, impian menjadi lebih cantik, dan lain – lain.
• Ketika tenggang rasa mendengar gosip yang sangat emosional. Misalnya mendengar gosip kejadian kecelakaan atau kesedihan.
• Saat kita rileks atau santai. Misalnya pada ketika fokus menonton televisi.
Pada situasi terbukanya pintu gerbang hipnotis itulah kita dengan gampang masuk dalam keadaan hipnotis dan kita sering tidak menghiraukan keadaan sekitar. Misalnya kalau Anda fokus menonton film di bioskop dengan mengikuti dongeng film tersebut dan menghayatinya, Anda tidak akan sadar kalau dibelakan Anda ada seorang copet mengincar dompet Anda. Anda akan tersadar ketika dompet Anda sudah hilang.
Situasi menyerupai itulah yang dimaksud terbukanya gerbang pintu sadar kemudian Anda terhipnotis dan balasannya kecerobohan Anda dimanfaatkan oleh orang lain.